Sabtu, 20 Oktober 2012

Tugas softkill



Tugas Ekonomi Koperasi #

Nama                            : Septian Bakda Tri Awandra
NPM / Kelas                 : 16211688  / 2ea15
WAJAH KOPERASI INDONESIA

Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas  solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak awal sampai pada awal “Revolusi Industri”. pada akhir abad 18, koperasi sering disebut sebagai Koperasi Historis atau Koperasi Pra-Industri. Koperasi Modern didirikan pada akhir abad 18, sebagai jawaban atas masalah-masalah yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri.
Di Indonesia pertama kali koperasi diperkenalkan oleh R. Aria Wiriatmadja patih di Purwokerto Tahun 1896, mendirikan bank untuk pegawai negeri.
Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami naik dan turun dengan titik lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda dari waktu ke waktu sesuai dengan situasi lingkungannya. Koperasi serba usaha ini mengambil  kegiatan usaha, seperti kegiatan penyediaan barang-barang keperluan produksi bersama dengan kegiatan simpan-pinjam ataupun kegiatan barang-barang keperluan konsumsi bersama dengan kegiatan simpan-pinjam dan sebagainya.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo. Mendirikan  gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Misalnya untuk kebutuhan rakyat seperti kebutuhan rumah tangga rakyat-rakyat kecil. Dan dilanjutkan dibentuknya Serikat Dagang Islam pada tahun 1927 yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi usaha-usaha masyarakat (pribumi). Dan barulah pada tahun 1929 berdiri partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan koperasi.
Pada tahun 1945 dibentuklah jawatan koperasi di bawah pimpinan R. Suria Atmadja Perkembangan koperasi semenjak berdirinya Jawatan Koperasi menunjukkan suatu tingkat perkembangan yang terus meningkat.
Pada tahun itu jumlah koperasi 39 buah, maka pada tahun berikutnya jumlahnya menjadi 574 buah dengan jumlah anggota pada tahun berikutnya kembali sebanyak 7.848 orang kemudian berkembang menjadi 52.555 orang.
Sejak kemerdekaan koperasi di Indonesia mengalami suatu perkembangan yang lebih baik. Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 beserta penjelasannya menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha-usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa bangun perekonomian yang sesuai dengan azas kekeluargaan tersebut adalah koperasi. Di dalam pasal 33 UUD 1945 tersebut diatur pula di samping koperasi, juga peranan dari pada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta.
Dan pada saat di era tahun 2000-an koperasi semakin menjamur atau ada di tiap-tiap daerah yang menaungi masyarakat-masyarakat dari kalangan bawah, kalangan menegah dan kalangan menegah keatas.
Pada tahun 2006-2007, jumlah koperasi di Indonesia mencapai 148.913 unit koperasi.  Angka ini meningkat sebesar 5,98% dibandingkan dengan tahun 2006. Dengan jumlah anggota ± 29.031.802 orang. Dan antara tahun 2007-2008,  jumlah koperasi berkualitas meningkat sebanyak 886 unit koperasi dari 41.381 unit koperasi pada tahun 2007 menjadi 42.267 unit koperasi pada tahun 2008. Sedangkan total koperasi Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2008 sebanyak 149.793 unit koperasi.

Dengan perkembangan koperasi yang sangat pesat memang menjadi sangat bagus untuk perekonomian rakyat. Tetapi disamping itu ada koperasi-koperasi simpan pinjam yang tidak koperatif atau membohongi para anggota koperasinya. Seperti dengan menaruh uang koperasi berjanji kepada anggotanya setiap bulan akan mendapatkan 19% keuntungan dari modal pertama para anggota menyetor. Ini lah keadaan atau wajah Koperasi-koperasi Indonesia saat ini. Mengapa ini bisa terjadi?
saat ini biaya menabung per bulan untuk administrasi saja bisa mencapai Rp 20 ribu per nasabah. Bagi masyarakat atau usaha mikro, biaya tersebut tergolong cukup besar. "Misalkan, dia simpan sekitar Rp 2 juta di bank. Lalu,biaya administrasinya Rp 20 ribu. Dengan bunga 2% per tahun, return dia hanya sekitar Rp 3.200 per bulan. Belum lagi kena inflasi 6% per tahun. Ini membuat masyarakat kecil kurang diuntungkan dan akan berpikir panjang untuk meminjam kredit ke bank. Jadi masyarakat akan memilih yang bisa membuat mereka untung dengan cepat dan menaruh uangnya kepada koperasi-koperasi bodong itu.
Itu lah wajah koperasi indonesia dari waktu ke waktu dan mengalami kenaikan dan juga mengalami kemunduran pada saat sekarang.


KOPERASI INDONESIA “HIDUP SEGAN MATI TAK MAU”

        Koperasi Indonesia saat ini mengikuti sebuah pepatah yaitu “hidup segan mati tak mau” mengapa begitu?. itulah keadaan kebanyakan koperasi di Indonesia sekarang. Koperasi sekarang dipandang sebelah mata dan diidentikkan hanya sebagai tempat orang-orang miskin meminjam kredit murah.
Koperasi memiliki prinsip-prinsip usaha yang berbeda dengan badan usaha lainya, sebagaimana tercantum dalam UU No.12 tahun 1967, dan UU No.25 tahun 1992, prinsip koperasi terdiri dari:
1) Sifat keanggotaanya terbuka dan sukarela;
2) Kekuasaan tertinggi berada pada rapat anggota;
3) Pembagian SHU diatur menurut jasa anggota;
4) Pengembangan kesejahtraaan;
5) Swadaya, Swakerta, dan Swasembada;
6) Kemandirian;
7) Adanya pembaasan bunga atas modal.
Guru perekonomian nasional, “banyak koperasi yang ibarat pepatah ”mati segan hidup tak mau”.”
        Banyak permasalahan koperasi di Indonesia mulai dari pengelolaan koperasi yang buruk, disebabkan koperasi tidak didukung sumber daya manusia yang berpendidikan, ditambah lagi dukungan pemerintah terhadap koperasi yang tidak mau tahu, membuat koperasi seperti hidup segan mati tak mau. Buruknya pengelolaan koperasi menyebabkan banyak koperasi yang kemudian meredup dan mati. Walaupun ada, sekedar plang nama tanpa aktivitas. Masalah mengelola koperasi tidak menjalankan perannya dengan maksimal, karena pengurus tidak bertanggung jawab atas visi dan misi koperasi itu sendiri, mengkhianati kepercayaan dan amanah anggota.
        Koperasi di Indonesia dibilang tidak ada  perkembangan yang menggembirakan. Koperasi Indonesia masih menghadapi masalah-masalah di bidang kelembagaan maupun di bidang usaha koperasi itu sendiri. Masalah-masalah tersebut yaitu ;
1) bersumber dari dalam koperasi
2) dan dari luar koperasi
Masalah
a. sumber daya manusia yang kurang profesional dan kualitas yang masih dibawah standar
b. Keadaan keanggotaan ditinjau dari segi kuantitas tercermin dari jumlah anggota yang semakin lama semakin berkurang. keanggotaan koperasi yang ada sekarang belum menjangkau masyarakat.
c. manajemen pelaksanaan koperasi yaitu kurangnya anggota koperasi yang cukup berpengalaman dalam melakukan pengelolaan koperasi. karena anggota yang berpengalaman akan memberikan dampak yang positif pada suatu koperasi.
d. modal yang sulit didapat. Karena Kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak mau berorganisasi dan mencoba, mereka hanya ingin instant hanya dengan mengeluarkan modal bisa mendapatkan keuntungan yang besar.
        Koperasi Indonesia perlu melakukan pembaharuan atas dua hal dalam koperasi yakni;
-      perubahan paradigma dalam pembangunan ekonomi di sektor koperasi
-      pemulihan jati diri koperasi. sehingga rasa kebersamaan yang terwujud dalam jati diri koperasi tidak akan luntur
-      jangan memanjakan para pegawai koperasi dengan fasilitas-fasilitas yang “mewah”.
Harapan terhadap koperasi adalah agar dilakukan pembaharuan baik itu dari internal ataupun eksternal koperasi.

        Koperasi menjadi tidak berkembang karena pengetahuan dari anggota koperasi yang masih rendah, hal itu terjadi karena sosialisasi yang belum optimal. Karena pengetahuan yang minim itu, manajemen koperasi menjadi belum professional untuk bertindak. Padahal sebenarnya anggota koperasi juga merupakan bagian dari kepemilikan koperasi sehingga merka berhak untuk berpartisipasi untuk kemajuan koperasi itu sendiri.
Mengembalikan koperasi seperti nilai-nilai demokrasi dan semangat kekeluargaan. Itulah harapan-harpan agar perkoperasian di indonesia tidak di pandang “mati segan hidup tak mau”.
http://gunadarma.ac.id/

Sabtu, 07 April 2012

softkill


Tugas Bahasa Inggris

Nama                            : Septian Bakda Tri Awandra
NPM / Kelas               : 16211688  / 1ea14


JAKARTA (JP): Hasnan Habib, a retired Army lieutenant general, warned here on Tuesday of the possibility of a military comeback within the nation's political arena if politicians remained immature and unprofessional.
"The higher the level of immaturity among politicians, the greater the military's chances of returning to the political arena," Hasnan said at a book launch. The two books, Militer Indonesia dan Politik (The Indonesian Military and Politics) and Wawancara tentang Tentara dan Politik (Interview about the Military and Politics), were written by military observer Salim Said.
Hasnan, a former Indonesian Military sociopolitical affairs chief and former Indonesian ambassador to the United States, urged political parties to appoint their professional colleagues within strategic positions at state institutions, with the aim of upholding democracy and creating a strong civil society amid the current reform era.
He said that the military had again been invited to interfere in political affairs, notwithstanding efforts to phase out the institutions's dual function in the defense and sociopolitical sectors.
To illustrate the military's interference in politics, Hasnan referred to the Special Session conducted by the People's Consultative Assembly in July, which led to the downfall of Abdurrahman Wahid's presidency.
"During the Special Session, the civilian elite (in the People's Consultative Assembly) invited the military to help them win the game. This means the civilians have allowed the military to return to politics," he said, as quoted by Antara.
According to Hasnan, the military should continue reverting to its original function of defense and respect civil supremacy in politics.
Salim said that, in line with civil supremacy, the military should comply with the House of Representatives, whose members should all be elected by the people through general elections.
He said that there is still a long way to go before Indonesia achieves civil supremacy.
In a separate discussion on the civilian-military dichotomy, Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan) deputy chairman Radjakami Sembiring Meliala said that, despite the military's sins in the past, political parties and large group organizations could learn much from the military in terms of recruitment and promotion.  
"Apart from its sins in the past, the military is still the leading organization in personnel recruitment, career development and promotion, which are not found in any political parties or other mass organizations," he said.
Radjakami, who was the former chief of the Cenderawasih Military Command overseeing Irian Jaya and Maluku, said the military had had a long-established and strictly adhered to system of promotion, linking the lowest group, company, battalion or force to the top position within its organization.

Meaning :
"The higher the level of immaturity among politicians, the greater the military's chances of returning to the political arena," Hasnan said at a book launch.
·         Direct speech present simple tense
He said that the military had again been invited to interfere in political affairs.
·         indirect speech past perfect continouns
"During the Special Session, the civilian elite (in the People's Consultative Assembly) invited the military to help them win the game. This means the civilians have allowed the military to return to politics," he said.
·         Direct speech past simple tense
Salim said that, in line with civil supremacy, the military should comply with the House of Representatives, whose members should all be elected by the people through general elections. 
·                       ·         Indirect speech modal (should)
Radjakami, who was the former chief of the Cenderawasih Military Command overseeing Irian Jaya and Maluku, said the military had had a long-established and strictly adhered to system of promotion, linking the lowest group, company, battalion or force to the top position within its organization.
      ·         Indirect speech past perfect

Minggu, 18 Maret 2012

Tugas Bahasa Inggris

Tugas Bahasa Inggris

Nama                       : Septian Bakda Tri Awandra
NPM / Kelas            : 16211688  / 1ea14

 

 

Does it really matter If I Become A Vegan?


As a prospective vegetarian, you probably question either eat meat or became vegetarian.
You might wonder how much of a difference one additional vegetarian can make.
And while it might be true that one vegan won't make huge statistical difference in a world of meat-eaters -- and while it is also true that one more vegetarian probably isn't going to turn the tide in the movement-- you can do a lot as an individual that will be good for you and good for 100s of animals animals.
Take, for example, the number one cause of death both in the united states and other countries with meat-centered diets: heart disease.
If it weren't specifically for meat, eggs, and dairy products--which are the 3 largest sources of cholesterol--heart attacks and other heart and circulatory problems would be far less prevalent. According to EarthSave, the average vegetarian has about 1/4 the chance of having a heart attack as the average nonvegetarian. As for individuals who are pure vegans, it gets even lower: they have less than 1/10 the chance of having a heart attack as nonvegetarians.
Not only your heart health, but you also get a lot of other health benefits as a vegetarian. For example, you wont be exposed to nearly as many preservatives, which are common in meat and are linked to cancer. You wont be exposed to various hormones (that are packed into animal feed), which often disrupt normal hormonal processes in the body. And you wont consume as much lactose, which most individuals cannot digest properly--and which some dietitians have suggested is a cause of digestive problems.
Over and above health benefits you will receive as an individual, you will also reduce your share of the suffering human beings inflict on animals.
According to veganoutreach.org, an average American consumes 2,714 land animals in their lifetime. So if you quit eating meat now, you could literally prevent the suffering and death of hundreds of animals of the course of a couple decades.
Over and above this, if you neither eating eggs nor drinking milk, you won’t reduce your share in the suffering and death of battery hens and their offspring, also as dairy cows and their offspring.
So the answer is yes: it does matter whether or not you become a vegan. It matters to the thousands of animals you could potentially save and it matters to you as an person because you can greatly reduce your chances of getting cancer and heart disease.




Description:
·        probably question either eat meat or became vegetarian
mungkin mempertanyakan baik makan daging atau menjadi vegetarian
·        the number one cause of death both in the united states and other countries
nomor satu penyebab kematian kedua di amerika serikat dan negara lainnya
·        Not only your heart health, but you also get a lot of other health benefits as a vegetarian.
Tidak hanya kesehatan jantung Anda, tetapi Anda juga mendapatkan banyak manfaat kesehatan lainnya sebagai seorang vegetarian.
·        if you neither eating eggs nor drinking milk
Anda tidak makan telur atau minum susu

Jumat, 27 Januari 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar (Softkill)

TUGAS SOFTSKILL
ILMU BUDAYA DASAR

“Manusia dan Pandangan Hidup”




  • Septian Bakda Tri Awandra (16211688)
  • 1EA14



Universitas Gunadarma
Jakarta
2012
 
DAFTAR ISI



BAB I PENDAHULUAN                                                       
Latar Belakang                                                                
Rumusan masalah                                                            
Tujuan                                                                            
BAB II KAJIAN PUSTAKA                                         
BAB III PEMBAHANSAN                                            
Manusia dan Hakekatnya                                                                 
Pengertian Pandangan Hidup                                             
Kaitan Manusia dengan Pandangan Hidup                        
BAB VI SARAN                                                                    













BAB I PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Mata kuliah Ilmu budaya dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, pandangan hidup(cita-cita, usaha/perjuangan, dll), tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Pandangan hidup manusia yg beraneka ragam dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat, melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial budaya. Manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan tetapi juga keseragaman.
Tugas makalah ini diajukan untuk melengkapi tugas softskill ilmu budaya dasar. Saya mengambil tema dari salah satu pembahasan mata kuliah Ilmu budaya dasar “manusia dan pandangan hidu” sebab kita sebagai manusia dan berhubungan dengan pandangan hidup.


B.  Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang saya simpulkan sebagai berikut :
  1. Apa pengertian manusia dan hakekatnya ?
  2. Apa pengertian pandangan hidup ?
  3. Bagaimana hubungannya manusia dengan pandangan hidup ?




C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah, saya menyimpulkan bahwa tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah :
  1. Agar kita mampu mengerti sepenuh nya tentang apa maksud arti dari manusia
  2. Agar kita mampu memahami arti dari pandangan hidup, yang merupakan pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia
  3. Agar kita mampu mengukur kepekaan manusia terhadap pandangan hidup,  sehingga kita menjadikan pedoman hidup didunia yang benar







BAB II KAJIAN PUSTAKA



Setiap manusia memmpunyai pandangan hidup , pandangan itu pada umumnya bersifat kodrati . yang sangat menentukan masa depan seseorang . pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia yang berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup bayak sekali ragamnya. Pandangan hidup berdasarkan asal sebagai berikut :
(a)  Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya dan tidak dibuat oleh manusia tetapi bias dirubah oleh manusia itu sendiri
(b)  Pandangan hidup yang berasal dari ideology yang harus disesuaikn oleh norma-norma , aturan-aturan / adat istiadat yang berlaku dinegara tersebut
(c) Pandangan hidup yang berasal dari renungan sendiri dan pasti akan mutlak kebenarannya dan dapat dibuktikan















BAB III PEMBAHASAN



A. MANUSIA

Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.

  1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu
  1. Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang Nampak pada luarnya, dapat diraba dan menempati ruang dan waktu.
  2. Hayat, yaitu : mengandung unsure hidup yang ditandai dengan gerak.
  3. Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual.
  4. Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan yaitu tentang diri sendiri

  1. Manusia sebagai suatu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
  1. Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energy psikis yang menunjukan cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran
  2. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian eksekutif karena perannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran solsoal yang dapat dimengerti oleh orang lain.
  3. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi super ego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasa merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan.


B.  HAKEKAT MANUSIA


a.   Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi.

b.  Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi penciptanya dengan akal perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Daya rasa dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan indrawai dan perasaan rohani. Perasaan indrawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
  1. Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
  2. Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
  3. Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
  4. Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
  5. Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau hidup bermasyarakat.
  6. Perasaan religious, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.




c.   Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia psikologi dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, sosial, kesenian, ekonomi, dan sebagainya.


d.  Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi) mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religious. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkap kembali dengan karya. Dengan etis manusia menigkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.



C. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Mengenai pandangan hidup pada dasarnya kita juga akan membahas unsure-unsur yang mempengaruhinya yaitu cita-cita, kebajikan, usaha/perjuangan, keyakinan/kepercayaan. Unsur-unsur itu tidak dapat dipisahkan dan sudah menjadi kesatuan yang utuh.

1.   CITA-CITA
Yaitu keinginan, harapan, dantujuan yang selalu ada dipikiran seseorang yang akan mau diperoleh seseorang pada masa yang akan datang. Dengan kata lain cita-cita merupakan pandangan tentang masa depan seseorang. Seseorang dapat mencapai cita-citanya tergantung pada tiga factor :
(a) Faktor manusia untuk mencapai suatu cita-cita ditentukan oleh kualitas manusia itu sendiri , ada yang mempunyai kemampuan untuk mewujudkan cita-citanya dan ada juga yang tidak berkemampuan untuk mewujudkan cita-citanya yang hanya sebatas khayalan semata.
(b) Faktor kondisi yang mempengaruhi cita-cita , umumnya hanya masalah mempercepat atau menghambat , yaitu keadaan seseorang yang dilahirkan dengan kaya dan miskin, pintar dan malas .
(c)  Faktor tingginya cita-cita memang ada pepatah yang mengatakan “gantungkan cita-cita setinggi langit” tetapi harus bagaimana manusia itu sendiri yang menentukan dan mampu mencapi cita-citanya.
Cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu, masyarakat dan bangsa lain memiliki cita-citanya masing-masing.

2.   KEBAJIKAN
Yaitu perbuatan yang sesuai dengan norma yang berlaku. Manusia berbuat baik , karena menurut kodratnya manusia itu baik dan akan selalu berbuat baik. Manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan menghargai satu sama lain.

3.   USAHA /PERJUANGAN
Yaitu berkerja keras untuk mencapai sesuatu yang diingikan. Tanpa usaha dan perjuangan manusia tidak dapat sempurna mencapai keinginanya. Dalam agama diperintahkan untuk berkerja keras, sebagaimana hadist Nabi Muhammad S.A.W “berkerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu meninggal esok.” Dan ALLAH SWT berfirman dalan Al’Quran surat Ar-Ra’du ayat 11 :”sesungguhnya Allah tidak mengubah keadan suatu kaum,kecuali jika merekan mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Dari hadist dan firman tersebut dinyatakan bahwa manusia harus berusaha dan bekerja keras.

4.   KEYAKINAN/KEPERCAYAAN
Menjadi dasar pandangan hidup dari akal dan kekuasan ALLAH SWT.

D. KAITAN MANUSIA DENGAN PANDANGAN HIDUP

Kaitan sederhana hubungan antara manusia dengan pandangan hidup adalah : manusia pasti memiliki pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukannya sebagai suatu tujuan dana ada juga memperlakukannya sebagai kesejahteraan, ketentraman, dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting adalah kita mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
(a)   Mengenal yaitu, tahap pertama dari setiap aktivitas hidup yang dijalani untuk mengenal apa itu pandangan hidup
(b)   Mengerti yaitu, mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri
(c)    Mengahayati yaitu, dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri
(d)   Menyakini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya
(e)    Mengabdi merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan menyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinnya
(f)    Mengamankan , mungkin sudah sifat manusia jika sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada yang mengganggu atau menyalahkan tentu manusia itu tidak terima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan

itulah manusia dengan pandangan hidup yang saling berkaitan dan saling memenuhi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Analisa nya adalah kita harus berusaha untuk mencapai suatu pandangan hidup yang baik.









BAB VI SARAN

Tidak ada pandangan hidup yang benar ataupun tidak benar yang ada hanya yang mau berusaha dan berkerja keras untuk mencapainya atau yang tidak mau berusaha dan berkerja keras. Agar pandanga hidup manusia bisa menjadi tercapai dalam kenyataan dan kebenaran, kita harus mempelajari ilmu yaitu Ilmu Budaya Dasar.
  
www.elearning.gunadarma.ac.id